Koronavirus dan Pesan Bagi Kita Semua

Korona | APutradwijaya.ID

Korona virus menimbulkan banyak sekali pertanyaan dan spekulasi yang belum terjawab hingga saat ini. Dari mana sebenarnya asal mula virus ini dan bagaimana virus ini menyebar. Siapakah yang menyebarkannya dan benarkah faktanya sesuai dengan yang dikatakan oleh media selama ini. Karena skenario dunia saat ini selalu di giring kepada penularan melalui hewan, yaitu kelelawar atau ular, dan virus ini dimulai dari Huanan Seafood Market di kota Wuhan, China.
Namun dibalik informasi tersebut, ternyata ada spekulasi yang menyatakan bahwa virus ini di duga berasal dari kebocoran laboratorium biochemical yang ada di kota Wuhan. Benarkah sebenarnya virus ini adalah senjata biologis? Hingga tulisan ini dibuat sudah terdapat sekitar 85.406 orang yang terjangkit virus korona dan akan terus bertambah, bahkan 2.924 orang sudah dinyatakan meninggal dunia. Apakah benar jumlahnya hanya sekitar 85.000an saja? Sedangkan beredar sebuah video dari warga Wuhan yang menjadi salah satu perawat menyatakan bahwa sebenarnya sudah ada 90.000 orang yang telah terjangkit korona virus, sebelum akhirnya video yang viral di media sosial tersebut di takedown oleh otoritas setempat yang terkesan menutupi fakta. Bahkan salah satu pakar dari Inggris, yaitu professor Neil Ferguson Nampak sepakat bahwa dia memprediksi saat ini sebenarnya sudah ada 100.000 orang yang terjangkit oleh virus ini namun masih belum teridentifikasi. Dan menurutnya ini semua barulah sebuah permulaan.
Mencerdaskan Kehidupan Bangsa | Aputradwijaya.ID
Bahkan sumber berita lain menyatakan bahwa ini adalah bentuk politisasi penyakit, dimana secara mengejutkan sebenarnya korona virus sebelumnya sudah ditemukan oleh seorang dokter berkebangsaan Mesir, yaitu dokter Ali Mohammed Zaki 7 tahun yang lalu. Namun, akhirnya informasi tersebut juga di takedown oleh pemerintah Arab Saudi yang berujung pada pemecatan dokter Zaki dari salah satu rumah sakit di Saudi Arabia karena mengirimkan sampel virus ini ke laboratorium virologi di Belanda, dan dalam “melangkahi” pemerintah Arab Saudi sendiri. Mungkin karena kepentingan politis bahwa antidot sebuah penyakit itu punya nilai yang sangat tinggi.

Sebenarnya masih banyak juga video-video lain yang telah dihapus oleh otoritas setempat yang menyangkut seberapa parahnya situasi yang sebenarnya terjadi di Wuhan. Apakah benar ini semua skenario yang diangkat untuk menutupi sebuah rahasia besar yang ada di balik tirai, bahwa korona virus yang saat ini menyebar di duga sumbernya berasal dari laboratorium biokomia yang ada di Wuhan Institute of Virology yang berada di dekat lokasi awal penyebaran. Ditambah sebuah konspirasi yang dikatakan oleh seorang scientist asal Rusia, Nikolai Filatov bahwa dulu SARS yang pernah menjadi wabah global sebenarnya adalah virus buatan manusia yang memang disengaja.

Wuhan Institute of Virology adalah sebuah laboratorium besar milik China yang punya standar patologi level 4. Ini adalah status dari sebuah laboratorium yang boleh menangani berbagai biochemical dengan level tingkatan yang paling berbahaya. Mereka juga pernah menangani virus SARS hingga Ebola di laboratorium ini. Bahkan seorang expert dari Israel menduga bahwa epidemi yang terjadi ini berhubungan dengan senjata biologis yang dirahasiakan oleh otoritas setempat. Jadi, sebenarnya apakah ini sebuah kecelakaan? Yang anehnya, kenapa epidemi semasif ini justru muncul di sebuah momen yang menjadi puncak dari migrasi terbesar di China, yaitu bertepatan dengan tahun baru Imlek.
Wuhan Institute of Virology | Aputradwijaya.ID
Tahukah kamu bahwa tahun baru Imlek ini adalah migrasi terbesar yang ada di dunia. Dari data terakhir tahun 2018 lalu, disebutkan bahwa terdapat 385 juta warga China yang bermigrasi dari satu kota ke kota lainnya, dan semua akan berkumpul bersama keluarga dan kerabatnya dari suatu kota besar ke kota terpencil, begitupun sebaliknya. Bayangkan seberapa cepat epidemi ini akan menyebar ke seluruh penjuru China dalam waktu sebulan saja. Kenapa timingnya sangat tepat dalam sebuah “kecelakaan”? Apakah ada yang mengatur ini semua setelah begitu banyaknya tekanan yang dialami oleh China. Pasca perang dagang yang belum berakhir antara China dengan Amerika Serikat, kemudian terjadi huru hara di Hongkong yang belum juga selesai, kini sebuah epidemi virus yang punya skala lebih besar lagi. Sehingga saat ini kondisi perekonomian China menjadi semakin terperosok hingga mencapai titik stagnan perekonomian terendah dalam 27 tahun terakhir, setelah digadang-gadang akan menjadi negara dengan perekonomian terbesar mengalahkan Amerika Serikat pada tahun 2030 nanti.

Ada apa dengan China sebenarnya?

Jadi, bagaimana perasaanmu setelah membaca beberapa mimpi buruk tersebut? Mungkin panik, berprasangka buruk, atau justru emosi. Yang jelas bukan sebuah kedamaian kan? Jika ya, berarti saya sudah berhasil menyebarkan virus negatif untuk kalian semua. Dan tahukah kamu? Inilah yang terus terjadi di masyarakat kita. Alih-alih menyebarkan sebuah vaksin, kita semua lebih tertarik untuk menyebarkan virus dan menyebarkannya ke lebih banyak orang lagi untuk merasakan apa yang kita rasakan. Terlepas dari kabar tersebut salah ataupun benar, tetapi pesan yang baik itu harusnya memberi sebuah harapan, bukan sebuah kehampaan.

Jadi izinkan saya untuk menyampaikannya sekali lagi buat kalian dengan cara yang lebih beradab.

Semua berasal dari seorang pasien yang mengidap gejala pneumonia di Wuhan pada bulan Desember 2019 lalu, yang kemudian terus merambah ke pasien-pasien lainnya yang mengalami gejala pneumonia dan pernapasan akut. Seiring bertambahnya pasien yang terus bertambahd ari Wuhan dalam kurun waktu 14 hari ini, pemerintah China segera mengambil tindakan untuk segera mengisolir kota Wuhan dengan harapan supaya epidemi ini bisa lebih terkontrol. Sejauh ini pemerintah China menunjukkan kesiapannya dalam menangani epidemi ini berkat pengalamannya dalam menangani virus SARS pada tahun 2003. Bahkan sebuah rumah sakit khusus virus korona yang memiliki 1000 tempat tidur ditargetkan selesai dalam waktu 6 hari saja.

Pemerintah menutup seluruh akses kota Wuhan yang berjumlah 11 juta jiwa ini sementara waktu. Begitu juga dengan 17 kota di sekitarnya , sehingga dapat dikatakan bahwa mereka telah mengisolir 50 juta jiwa lebih supaya menekan epidemi ini. Hingga saat ini, China berkomitmen untuk memenangkan pertempuran melawan virus korona ini, yang tentunya bisa dicapai jika semua bersatu. Bahkan telah menyediakan dana sebesar 1.6 miliar Dollar sebagai dana penanggulangan. Faktanya, meskipun korona virus ini memiliki kemiripan dengan virus SARS dan MERS yang pernah mewabah sekitar tahun 2003 – 2012 lalu, tapi dapat dikatakan bahwa korona virus ini tidak seganas kedua virus sebelumnya. Karena hingga tulisan ini dibuat, dari 24.505 pasien yang terjangkit virus ini, total korban jiwanya mencapai 495 orang yang sebagian besar berusia lanjut dan memiliki riwayat penyakit kritis seperti kanker, diabetes, jantung, dan para pasien dengan imunitas rendah. Sehingga virus ini menjadi lebih leluasa untuk menyebar.
Kota Wuhan ditutup | APutradwijaya.ID
Gejalanya adalah demam, batuk, pilek, dan mengalami sesak napas. Sedangkan data menunjukkan bahwa penderita dengan kondisi tubuh yang lebih fit dapat mengalami kesembuhan. Seperti yang terjadi pada seorang dokter di China yang terinfeksi virus ini, namun telah mengalami kesembuhan. Termasuk berbagai informasi lain yang menyatakan telah ada beberapa pasein yang sembuh dari korona virus setelah dirawat selama dua minggu. Hal ini diperkuat juga oleh seorang pakar yang menyebutkan bahwa korona virus memiliki sifat swasirna, yaitu jika pasien tersebut fisik yang cukup kuat, virus itu akan hilang dengan sendirinya, atau justru sistem imun kita akan membentuk antibodi terhadap virus itu.

Karena hingga saat ini sudah ada 39.597 orang yang dinyatakan sembuh dari virus korona. Jadi kuncinya adalah sistem imun kita sendiri. Jaga kesehatan agar tetap fit dan hidnari tempat yang potensial untuk sementara waktu. Untuk sementara ini data menunjukkan bahwa tingkat kematian masih di bawah 4%, sedangkan SARS ada di 10%, dan MERS di 37%. Sehingga meskipun masih belum ditemukan vaksinnya, para penderita masih bisa sembuh jika pasien tersebut punya riwayat kesehatan yang baik dan imunitasnya tinggi. Namun, mesti tetap diwaspadai karena penyebaran virus ini tergolong cepat dan dapat menularkan melalui pernapasan, sentuhan, maupun mata. Sampai saat ini belum ada kabar yang menyebutkan virus ini terdeteksi di Indonesia. Dan saya berharap kita semua dapat bersatu dalam doa semoga virus ini dapat dijauhkan dari negara kita.

Namun, meskipun korona virus menyebar dengan ganas, justru beberapa hari ini saya lebih cemas dengan virus jenis lain yang tidak kalah ganasnya. Yaitu virus-virus kebencian. Dimanakan empati dan Nurani kita disaat manusia lain sedang kesusahan. Kita semua manusia sama-sama punya dosa. Bukan manusia yang pantas menentukan siapa yang harus mendapat azab. Karena kita sesama manusia tinggal di bumi yang sama. Apa yang terjadi pada orang lain, bsia terjadi pada diri kita sendiri. Tetaplah rendah hati.
Mahasiswa Indonesia di Wuhan | APutraDwijaya.ID
Epidemi virus ini adalah bencana berskala global, bukan berarti tidak mungkin menyerang negara kita juga. Bahkan apa yang terjadi di China saat ini jika diteruskan, dampak perekonomian mereka dapat memicu krisis ekonomi global di seluruh dunia. Karena saat ini China adalah salah satu pusat ekonomi dunia, khususnya seluruh Asia dalam berbagai sektor. Manusia satu akan selalu membutuhkan manusia lainnya. Dan perbedaan itu yang akan selalu membuat kita berada dalam siklus kehidupan. Seperti halnya rantai makanan dan bumi yang terus berputar.

Kita semua “related” satu sama lain meskipun berbeda. Tidak cukupkah kita mengawali awal tahun 2020 ini dengan berbagai macam tragedi? Mulai dari banjir di Jakarta, kebakaran di Australia, gempa bumi di Puerto Rico, ancaman perang dunia III antara Iran dengan Amerika Serikat, perubahan iklim yang parah di Eropa, puluhan juta belalang menghabisi tanaman di Afrika, dan tragedi virus korona di China. Dan ini semua terjadi hanya di bulan pertama di tahun 2020 ini. sepertinya di tahun yang baru ini tidak cuma visi dan misi pribadi kita yang di resolusi, tetapi seluruh penduduk bumi mesti duduk bareng untuk bersama-sama menciptakan visi dan misi dari bumi itu sendiri.

Karena sejujurnya, bumi ciptaan Tuhan yang sudah diciptakan harmonis, sempurna, dan indah ini kodratnya selalu dirusak oleh virus-virus jahat, dan kayanya ga bakalan ada vaksinnya, yaitu manusia dengan semua ego-egonya.


Artikel ini merupakan versi tulisan dari video Gara-Gara Virus Corona yang diterbitkan oleh Vian

No comments:

Post a Comment